spot_img
spot_img
HomeLainnyaTips BisnisApa itu Resesi? Penyebab dan Dampaknya pada UMKM

Apa itu Resesi? Penyebab dan Dampaknya pada UMKM

Pada 2023, Indonesia diprediksi akan mengalami resesi ekonomi. Apa itu resesi? Bagi kamu yang belum mengetahui tentang hal ini, resesi adalah fenomena kemerosotan ekonomi. Nah, saat resesi, perekonomian menjadi macet dan kemungkinan terburuk mengalami kemerosotan.

Penyebab Apa Itu Resesi

Pemicu resesi beragam, salah satunya diduga sebagai akibat dari perang antara Rusia dan Ukraina dan diperkirakan juga terjadi sebagai dampak dari pandemi virus corona. Hampir semua negara melaporkan adanya penurunan ekonomi sejak virus tersebut menyebar.

Resesi diibaratkan bagian tak terhindarkan dari siklus bisnis dalam perekonomian suatu negara. Lalu, apa sajakah faktor yang mendasari terjadinya resesi ekonomi?

  1. Guncangan Ekonomi Secara Dadakan

Guncangan ekonomi merupakan masalah serius dalam sektor keuangan yang bisa terjadi karena peristiwa tertentu. Misalnya saja pada 1970-an ketika OPEC memutus pasokan minyak tanpa peringatan, serta pada tahun 2020 saat pandemi melanda Indonesia.

  1. Utang yang Menggunung

Hal ini dapat memicu resesi ketika seorang individu atau sebuah bisnis terlalu banyak berhutang, sedangkan mereka tidak memiliki kemampuan untuk membayar tagihan yang ada.

  1. Letusan Gelembung Aset

Keputusan yang didorong oleh emosi akan menghasilkan hasil ekonomi yang buruk. Para investor pun kemudian terjebak dalam “kegembiraan irasional”.

Apa itu kegembiraan irasional? Kegembiraan irasional adalah akibat dari rasa optimis berlebih yang dimiliki oleh para investor ketika kondisi ekonomi kuat.

Kegembiraan irasional itu menjadi akar munculnya resesi yang mulanya ditandai dengan menggembungnya pasar saham atau gelembung real estat. Ketika gelembung meletus, maka terjadi kepanikan dalam penjualan yang kemudian dapat merusak pasar.

  1. Maraknya Inflasi

Inflasi ialah fenomena kemerosotan nilai uang kertas yang disebabkan oleh banyak dan cepatnya uang beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang. 

Inflasi tidak sepenuhnya buruk, tetapi jika terlalu sering terjadi bisa berdampak buruk pada perekonomian negara. Nah, perlu kamu ketahui, inflasi yang tidak terkendali mampu memunculkan resesi ekonomi.

  1. Peningkatan Deflasi

Berlawanan dengan inflasi, adanya deflasi atau penurunan harga sebagai dampak dari penambahan nilai mata uang dapat menjadi penyebab resesi yang lebih buruk lagi. 

Deflasi yang tidak terkontrol dapat berujung pada penurunan produksi, langkanya lapangan kerja, rendahnya daya beli masyarakat yang kemudian memicu resesi.

  1. Perubahan Teknologi

Semakin mutakhirnya suatu teknologi akan meningkatkan produktivitas dan membantu perekonomian dalam jangka panjang, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya peningkatan teknologi hemat tenaga kerja yang digantikan dengan AI dan robot.

Keadaan inilah yang ditakuti para ekonom bisa memicu timbulnya resesi ekonomi. Kemudian dampak resesi pun menjadi momok bagi perekonomian kita.

Dampak Resesi Terhadap Ekonomi Tingkat Mikro

apa itu resesi

Setelah mengetahui apa itu resesi dan penyebabnya, sekarang adalah waktunya mengetahui apa itu dampak resesi untuk ekonomi tingkat mikro. 

Dampak resesi bersifat domino pada kegiatan ekonomi. Misalnya ketika nilai investasi turun maka bisa melenyapkan lapangan pekerjaan dan berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK).

Tak hanya itu, sektor produksi barang dan jasa juga bisa merosot hingga menurunkan PDB nasional. Jika dibiarkan tak terkendali, efek domino ini akan menyebar ke sektor lainnya.

Salah satu efeknya bisa berupa kredit perbankan yang macet sehingga menyebabkan inflasi atau deflasi, serta turunnya cadangan devisa yang diakibatkan oleh minusnya neraca perdagangan.

Lalu, apakah resesi juga bisa berpengaruh pada tingkat mikro? Tentu saja bisa!

Karena resesi berkaitan dengan kegiatan jual-beli, maka dampaknya akan sangat terasa bagi pelaku UMKM. Berikut ini dampak resesi yang akan dialami UMKM secara umum:

  1. Kenaikan Harga Produksi

Kenaikan harga ini berpotensi mengguncang ketahanan UMKM yang memiliki modal kecil. Kenaikan harga selama resesi pun bisa terjadi dalam hitungan bulan atau dalam periode tertentu.

  1. Sulitnya Penjualan Produk

Dampak lanjutan dari resesi terhadap tingkat mikro lainnya dapat tergambar dari lemahnya tingkat penjualan produk UMKM. Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya daya beli masyarakat selama periode resesi.

  1. Pengurangan Pekerja

Salah satu strategi untuk menekan beban biaya operasional saat resesi adalah dengan memangkas jumlah pekerja. Hal ini terpaksa dilakukan pelaku UMKM untuk menyeimbangkan bisnis agar tetap berjalan.

  1. Arus Kas Labil

Resesi juga akan berdampak pada arus kas UMKM. Selama masa resesi, arus kas UMKM jadi tidak stabil.

Besarnya pengeluaran daripada pendapatan menjadi sebab utama labilnya arus kas UMKM selama periode resesi ekonomi.

Tips Hadapi Resesi untuk Pemilik UMKM

Sesudah mengetahui penyebab dan dampak dari apa itu resesi, maka selanjutnya adalah membahas tentang tips untuk menghadapinya. 

Tidak perlu terlalu takut memikirkan resesi dan dampaknya. Sebab, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk pemilik UMKM dalam menghadapi resesi ekonomi, di antaranya:

  1. Mengelola Keuangan dengan Baik

Pemilik UMKM sebaiknya berhati-hati dalam pengelolaan keuangan sebagai upaya untuk mencegah kebangkrutan.

  1. Memanfaatkan Akses Permodalan dari Pemerintah

Pemerintah telah menyediakan akses modal untuk mendanai UMKM melalui bank. UMKM berperan penting dalam menjaga ekonomi negara, karenanya pemerintah berusaha menjaga keberlangsungan UMKM dengan menyalurkan berbagai bantuan.

Jika kamu adalah pemilik UMKM, sebaiknya kamu memanfaatkan modal dari pemerintah ini untuk dijadikan kekuatan tambahan bagi bisnis UMKM yang kamu jalankan.

Baca juga: BPUM: Bukan Pinjaman UMKM Tanpa Jaminan dari Pemerintah

  1. Memanfaatkan Teknologi untuk Media Pemasaran Produk

Dalam rangka menghemat biaya operasional, kamu sebagai pelaku UMKM bisa mencoba untuk memanfaatkan kemajuan teknologi. Pasarkanlah produk UMKM yang kamu miliki melalui media sosialmu agar lebih cepat dikenal oleh masyarakat.

  1. Menghindari Utang Tidak Produktif

Pemilik UMKM sebaiknya mengurangi pembelian atau utang yang tidak produktif. Yang disebut sebagai utang tidak produktif adalah berhutang tanpa didasari kebutuhan yang mendesak.

Sebaliknya, utang produktif boleh dilakukan jika digunakan untuk kebutuhan modal bisnis UMKM. Nah, di tengah masa resesi yang pastinya akan memusingkan itu, kamu butuh terobosan baru untuk meringankan kinerja UMKM yang kamu jalankan.

Nah, itu dia pembahasan tentang apa itu resesi termasuk penyebab, dampak, hingga mitigasi yang dapat dilakukan untuk hadapi resesi ekonomi. Nah, bagaimana dengan kamu? Apakah kamu siap hadapi resesi?

spot_img

Latest articles

Explore more

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here