spot_img
spot_img
HomeE-InvoicingInvoice FinancingBPUM: Bukan Pinjaman UMKM Tanpa Jaminan dari Pemerintah

BPUM: Bukan Pinjaman UMKM Tanpa Jaminan dari Pemerintah

Bagi pemilik bisnis UMKM ketersedian modal sering jadi hambatan yang bisa membuat bisnis tidak berjalan. Salah satu cara yang dilakukan pelaku usaha mikro adalah mengambil pinjaman UMKM tanpa jaminan

Pinjaman tanpa agunan memang dapat menghidupkan kembali bisnis, tetapi jumlah cicilan yang cenderung tinggi bisa memberatkan langkah para pengusaha. Nominal pembayaran cicilan yang tinggi dikarenakan tidak adanya jaminan, sehingga bunganya cenderung lebih besar.

Sebenarnya ada solusi pendanaan lain yang bisa pengusaha UMKM ambil. Yaitu dengan mendaftarkan diri untuk mendapatkan bantuan modal BPUM (Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro). kamu tidak perlu menyiapkan jaminan apapun untuk menerima BPUM.

BPUM Bukan Pinjaman UMKM Tanpa Jaminan

BPUM merupakan bantuan dari pemerintah untuk pelaku UMKM yang dananya berasal dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). BPUM bukanlah pinjaman UMKM tanpa jaminan, melainkan bantuan modal usaha dari pemerintah yang bisa langsung dipakai.

BPUM pertama kali muncul pada Juli tahun 2020, sebagai upaya untuk membantu UMKM yang terkena dampak COVID-19. Serta termasuk ke dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Penyaluran bantuan ini sudah berkali-kali diadakan pemerintah di bawah pengawasan Kementerian Koperasi dan UMKM. Nominal bantuan yang diberikan yaitu berupa uang tunai sebesar, Rp2,4 juta di tahun 2020. Sedangkan di tahun 2021 bantuan yang diberikan yaitu adalah Rp1,2 juta. 

Kali ini di tahun 2022 pemerintah juga kembali menyalurkan BPUM. Namun bantuan produktif yang terbaru merupakan respon  dari kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), sehingga disebut juga sebagai BLT (Bantuan Langsung Tunai) BBM. Dana yang cair untuk setiap penerimanya sebesar Rp600 ribu.   

Untuk mendapatkan BPUM, kamu perlu memperhatikan persyaratan dan dokumen yang harus dilengkapi.  Setelah itu baru kamu bisa mendaftarkan diri sebagai penerima BPUM:

Persyaratan BPUM

Berikut ini beberapa persyaratan untuk penerima bantuan produktif:

  • Pemohon adalah WNI dan sudah memiliki e-KTP.
  • Pemohon bukan seorang ASN (Aparatur Sipil Negara), pegawai di BUMN/BUMD, dan bukan anggota TNI/Polri.
  • Memiliki usaha mikro yang masih berjalan.
  • Belum pernah menerima BPUM 2020 dan 2021.
  • Pemohon tidak sedang menerima dana dari KUR (Kredit Usaha Rakyat).
  • Jika alamat tempat usaha tidak sama dengan tempat tinggal, maka pemohon harus membuat SKU (Surat Keterangan Usaha).  

Dokumen yang Harus Disiapkan

Setelah memahami persyaratan, selanjutnya kamu perlu melengkapi dokumen yang harus dilampirkan. Berikut ini beberapa dokumen yang harus kamu siapkan:

  • Fotokopi E-KTP
  • Fotokopi KK (Kartu Keluarga)
  • Fotokopi SKU atau NIB (Nomor Induk Berusaha)

Baca juga: 10 Jalan Mendapatkan Modal UMKM

Cara Mendaftar

Daripada mengajukan pinjaman UMKM tanpa jaminan, lebih baik kamu segera mendaftar BPUM. Jika kamu memenuhi persyaratan penerima BPUM dan sudah menyiapkan dokumen, berikutnya kamu bisa mendaftarkan diri. Berikut ini langkah-langkahnya:

  • Kunjungi kantor Dinas bidang Koperasi dan UKM di kabupaten atau kota setempat.
  • Serahkan dokumen yang sudah disiapkan.
  • Selanjutnya petugas di kantor dinas akan meminta kamu mengisi formulir. Mulai dari nomor NIK, KK, nama, alamat lengkap, sampai nomor telepon aktif.
  • Setelah itu kamu tinggal menunggu info selanjutnya. Karena akan ada proses verifikasi dulu untuk mengecek data apakah pemohon termasuk penerimaan BPUM atau tidak
  • kamu bisa mengecek secara berkala nama kamu termasuk penerima BPUM lewat situs https://eform.bri.co.id/bpum. Nantinya kamu tinggal memasukkan NIK dan kode verifikasi untuk mengetahui status permohonan bantuan. 

Apabila kamu termasuk yang mendapatkan bantuan produktif, kamu dapat menghubungi bank yang ditunjuk sebagai penyalur BPUM. Di antaranya ada BNI, BRI, dan Bank Syariah Mandiri. Pastikan kamu selalu update info banpres untuk mengetahui jadwal pendaftaran dan pencairan bantuan.

Mengajukan Pinjaman dengan Jaminan Menggunakan Invoice Financing

Sambil menunggu info terbaru dari pemerintah terkait BPUM 2022, kamu juga bisa mengajukan pinjaman menggunakan invoice financing. Dana yang kamu dapatkan bisa dipakai untuk memperkuat modal bisnis UMKM kamu. Apa itu invoice financing

Invoice financing adalah suatu bentuk pinjaman jangka pendek yang diberikan pemberi pinjaman kepada pemilik bisnis berdasarkan invoice yang belum dibayar. Sederhananya, invoice financing merupakan cara mengajukan pinjaman dengan menggunakan invoice yang belum dilunasi sebagai jaminan. 

Invoice financing bisa jadi solusi dalam kondisi darurat. Yaitu ketika pelanggan belum melunasi tagihan, sedangkan kamu membutuhkan dana untuk kembali dijadikan modal berikutnya. 

Belum lagi ditambah pengeluaran rutin setiap bulan, seperti tagihan listrik, tagihan air, uang sewa, upah pegawai dan pengeluaran lainnya. 

Dengan mengajukan pinjaman menggunakan invoice financing, bisnis kamu dapat tetap beroperasi. Arus kas juga lebih lancar karena tidak tersendat tunggakan dari pelanggan yang belum membayar tagihan. 

Sekarang kamu jadi tahu ya, bahwa ternyata invoice sangat bermanfaat dalam menjalankan bisnis. Bukan hanya berfungsi sebagai bukti tagihan, invoice juga berguna untuk membantu kamu mengajukan pinjaman modal.

Akan lebih mudah lagi jika kamu menggunakan e-invoice. kamu tidak perlu mengumpulkan lembaran kertas-kerta invoice untuk keperluan arsip. Semua proses pembuatan, pengiriman dan pencatatan bisa kamu lakukan secara online. 

Dengan menggunakan e-invoice dari Sahabat Bisnis, kamu bisa mengirim tagihan kepada mitra dengan cepat dan ringkas. Sehingga meminimalisir keterlambatan pembayaran. Selain itu kamu juga akan mendapatkan keuntungan lain dari fitur unggulan e-invoice sahabat bisnis.  

Seperti dasbor manajemen yang menyediakan data secara real time dan ringkas. Meskipun e-invoice bukanlah pinjaman UMKM tanpa jaminan, kamu tetap akan mendapatkan banyak keuntungan dengan menggunakan e-invoice. kamu akan lebih mudah mendata tagihan masuk dan keluar serta melakukan perhitungan pajak. 

Yuk, pakai e-invoice sahabat bisnis dan kamu bisa mengajukan invoice financing dengan lebih mudah, karena semua data transaksi terdokumentasi dengan rapi. 

Pinjaman UMKM tanpa jaminan
spot_img

Latest articles

Explore more

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here