spot_img
spot_img
HomeLainnyaTips BisnisIni yang Akan Terjadi Jika Indonesia Resesi Ekonomi di 2023

Ini yang Akan Terjadi Jika Indonesia Resesi Ekonomi di 2023

Beberapa waktu belakangan ini, kita memang sedang dihebohkan dengan resesi ekonomi. Bahkan, karena begitu populernya kata tersebut, banyak yang menjadi was-was saat harus menyambut tahun 2023 dan digadang-gadang tahun depan adalah tahun yang gelap. 

Resesi pada dasarnya merupakan istilah ekonomi yang menggambarkan perekonomian di sebuah negara dan diakibatkan oleh berbagai macam faktor. 

Putaran ekonomi yang melambat ini dapat berlangsung lama, bahkan tahunan karena pertumbuhan PDB atau Produk Domestik Bruto di negara terus menerus turun. 

Dampak Resesi Ekonomi Global Pada Indonesia

Sebenarnya, Indonesia sendiri jauh dari kata resesi. Sayangnya, terdapat sejumlah dampak langsung pada perekonomian dalam negeri bila terjadi resesi global yang terbukti lewat poin-poin di bawah ini:

Neraca Dagang Kembali Defisit

Tahun lalu, neraca dagang di Indonesia mengalami surplus, tetapi dengan adanya resesi global, neraca dagang dapat mengalami defisit, karena perekonomian Indonesia terbantu dari ekspor komoditas andalan. 

Penerimaan oleh Negara Menjadi Terancam

Dampak lain dari resesi global adalah aktivitas ekspor berdampak pada penerimaan negara. Utamanya adalah PNBP atau Penerimaan Negara Bukan Pajak. Anggaran yang sekarang ini sudah tercatat surplus, dapat kembali defisit. 

Pelemahan Nilai Tukar

Dampak langsung lain yang dapat dirasakan adalah nilai tukar yang semakin melemah. Ketika terjadi resesi, otomatis investor akan menarik dana dari pasar saham atau pasar obligasi Indonesia, dan memilih beralih pada asset yang jauh lebih aman seperti emas. 

Dollar AS Menjadi Semakin Mahal

Resesi ekonomi global juga akan membuat dollar AS menjadi semakin mahal dan nilai impor bahan baku serta modal menjadi semakin tinggi. Bila hal ini terjadi, proses produksi menurun dan ekonomi berubah menjadi semakin lemah. 

Investasi Dalam Negeri Menjadi Terganggu

Resesi juga dapat membuat keuangan investor yang menanamkan modal di Indonesia menjadi terganggu, sehingga bukan hanya memperkecil investasi yang masuk.

Melainkan investasi existing juga bisa terhenti. Namun, tidak perlu risau karena diperkirakan setelah tahun 2023, dan resesi pulih, investasi bisa kembali bangkit. 

Baca juga: Apa itu Resesi? Penyebab dan Dampaknya pada UMKM

Langkah Antisipasi Resesi Ekonomi Agar Bisnis Terus Bertahan

resesi ekonomi
ilustrasi pebisnis memperhitungkan keuangan bisnis

Jangan salah, tidak hanya pengusaha berkelas atas saja yang kebingungan memikirkan seperti apa nasib perusahaannya kedepan jika resesi ini terjadi hingga berkepanjangan. Kebingungan juga dirasakan oleh pelaku usaha mikro. 

Lebih-lebih pelaku usaha mikro memiliki modal yang lebih terbatas bila dibandingkan dengan pengusaha besar. Agar usaha dapat terus berjalan, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan, antara lain:

Jaga Kesehatan Bisnis

Resesi dapat diibaratkan seperti sebuah penyakit yang bisa menyerang dan menghancurkan kesehatan usaha. Oleh sebab itu, agar tidak terpuruk karena serangan penyakit, kamu harus terus menjaga kesehatan usaha. 

Bahkan, dari awal kamu harus menyadari jika dampak resesi adalah tingkat konsumsi masyarakat mengalami penurunan. Dengan menurunnya tingkat konsumsi, sudah pasti omset akan berpengaruh dan pendapatan usaha akan berkurang. 

Ini berarti kamu harus bisa memilih serta membuat keputusan tepat dimana dan berapa saja anggaran yang harus dipangkas. Jangan sampai kamu memaksakan diri dan membuat pengeluaran dalam jumlah banyak jika tidak ingin usaha yang kamu miliki jatuh. 

Terapkan Perubahan

Berubah agar dapat menyesuaikan diri dengan seluruh keadaan juga menjadi cara agar bisa bertahan dari resesi. Kamu bisa melakukan perubahan pada usaha dengan mengikuti apa yang dituntut oleh resesi tersebut. 

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan? Sebenarnya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan demi perubahan pada usaha, contohnya seperti melakukan evaluasi layanan, melakukan penyusunan strategi pemasaran baru, hingga melakukan inovasi produk.

Kamu dapat menyesuaikan sejumlah perubahan tersebut agar nantinya bisa sesuai dengan permintaan pasar. Dengan begitu, usahamu bisa terus bertahan meskipun permintaan menurun. 

Efisiensi Karyawan

Mungkin kamu bertanya, mengapa ketika resesi banyak perusahaan yang mengurangi karyawannya? Sebenarnya, pengurangan karyawan menjadi cara efektif untuk perusahaan agar bisa bertahan serta beroperasi. 

Mengevaluasi pos serta bagian mana saja yang kurang produktif bisa menjadi pilihan bijak. 

Kamu juga bisa menggabungkan sejumlah pos menjadi satu bagian tanpa mengganggu proses produksi. Dengan demikian, jalur produk dan biaya produksi dapat dipangkas menjadi semakin hemat. 

Penuhi Seluruh Kebutuhan Karyawan

Mungkin muncul pertanyaan seperti, mengapa ketika resesi harus berhemat tetapi malah memperhatikan kebutuhan karyawan? 

Kamu harus menyiapkan kebutuhan karyawan yang produktif serta memiliki kinerja bagus, agar nantinya usaha yang kamu miliki bisa kembali bangkit. 

Mengapa bisa demikian? Saat kamu mencukupi semua kebutuhan karyawan, mereka akan merasa lebih dihargai, serta mau bertahan di perusahaan meskipun sedang berada pada masa sulit. 

Selain itu mereka juga akan lebih fokus tanpa terbebani pikiran tentang apa yang diperlukan. Bahkan mereka bisa lebih fokus bekerja tanpa memikirkan nasib keluarga di rumah karena resesi. 

Siapkan Usaha Agar Mampu Menghadapi Resesi

Kamu tidak bisa menghindari adanya resesi. Apalagi di tengah pandemi yang masih melanda seperti ini. Hal yang bisa kamu lakukan adalah bagaimana cara menyiapkan diri dengan sebaik mungkin agar mampu menghadapi resesi tersebut. 

Kamu bisa melakukan perencanaan usaha jangka panjang serta melakukan sejumlah evaluasi usaha secara berkala dan menyeluruh. Dari adanya evaluasi rutin ini, kamu bisa memperoleh gambaran apa saja yang bisa dilakukan saat resesi melanda. 

Baca juga: 8 Cara Cepat Kembangkan Bisnis dengan Metode Growth Hacking

Ibaratnya, bila usahamu adalah kapal, pastikan kamu melengkapi kapal tersebut dengan sekoci. Kemudian siapkan rencana jangka pendek untuk usaha.

Jangan lupa, terus lakukan pemeriksaan rutin dari berbagai sektor. Tidak perlu takut, kita masih tetap memiliki harapan di tengah resesi ekonomi.

Resesi memang hal yang tidak bisa dihindari, tetapi masih tetap bisa kita antisipasi. Nah, bagaimana? Sudah siap hadapi resesi mendatang?

spot_img

Latest articles

Explore more

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here