spot_img
spot_img
HomeLainnyaTips BisnisMari Menghitung Pendapatan Operasional UMKM!

Mari Menghitung Pendapatan Operasional UMKM!

Pelaku UMKM wajib memahami dan menghitung pendapatan operasional (operating income).

Hal ini berguna supaya pengusaha dapat mengetahui efektivitas dari pengelolaan bisnis selama ini dan bisa mengetahui jumlah keuntungan yang diperoleh. 

Pendapatan operasional adalah penghasilan yang didapatkan suatu bisnis setelah laba kotor penjualan dikurangi biaya operasional.  

Operating income akan menjadi ukuran yang menunjukkan seberapa besar pendapatan suatu bisnis, yang pada akhirnya menjadi profit, dengan  mempertimbangkan operasional bisnis.

Jadi bisa dibilang perhitungan ini untuk mengukur berapa banyak uang yang dihasilkan oleh suatu bisnis hanya dengan melihat aspek operasionalnya saja. 

Mengapa Harus Menghitung Operating Income?

Kenapa pelaku UMKM harus menghitung dan memahami pendapatan operasional?

Karena hasil dari perhitungan ini akan menjadi gambaran terkait kinerja usaha selama ini, apakah semua pengelolaan bisnis berjalan efektif. 

Pendapatan operasional dapat menjadi metrik untuk mengukur keuntungan bisnis.

Sebenarnya ada banyak jenis matrik yang bisa digunakan untuk mengukur kinerja keuangan, akan tetapi berbeda dengan pendapatan operasional.

Perhitungan pendapatan operasional lebih sederhana, sehingga kamu tidak perlu menghitung terlalu banyak item.

Hanya fokus pada laba kotor, biaya operasional dan harga pokok penjualan. 

Ketika kamu terus menghitungnya dari waktu ke waktu, pendapatan operasional bisa menunjukkan pertumbuhan bisnis, efisiensi, dan juga mengetahui kemampuan bisnis milikmu dalam melunasi hutang. 

Baca juga: Langkah Menyusun Rencana Bisnis yang Efektif

Komponen dan Rumus Pendapatan Operasional

Jadi seperti apa cara menghitung pendapatan operasional? Sebelum membahas mengenai cara menghitung, kamu harus memahami dulu komponen dan rumusnya dengan mengetahui terlebih dahulu komponen-komponen dari operating income:

  • Laba Kotor

Laba kotor adalah pendapatan yang diperoleh suatu bisnis setelah dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP). 

  • Harga Pokok Penjualan (HPP)

HPP merupakan biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan barang atau jasa. Lebih tepatnya yaitu biaya bahan dan tenaga kerja langsung untuk menghasilkan produk, namun tidak termasuk biaya distribusi dan tenaga penjualan 

  • Biaya Operasional

Biaya operasional yaitu pengeluaran untuk aktivitas operasional perusahaan sehari-hari. Seperti biaya sewa, upah, utilitas, transportasi, dan administrasi. 

Setelah mengetahui apa saja komponen dari pendapatan operasional, selanjutnya adalah rumus yang dipakai. Rumus operating income yaitu:

Pendapatan operasional = laba kotor – (HPP + biaya operasional)

Jadi misalkan laba kotor dari bisnis kamu Rp 75 juta. Kemudian HPP untuk menghasilkan produk sebesar RP 35  juta dan biaya operasional Rp  10 juta maka,

RP 75 juta – (Rp 35 juta + Rp 10 Juta) =

Rp 75 juta – Rp 45 juta = Rp 30 juta

Itu berarti pendapatan operasional bisnis kamu sebesar Rp 30 juta. 

Fungsi Pendapatan Operasional

Hasil dari menghitung pendapatan operasional bisa kamu jadikan ukuran untuk mengetahui kondisi usaha kamu saat ini. Berikut ini penjelasan beberapa fungsinya:

  • Mencari Tahu Kinerja Bisnis

Pendapatan operasional merupakan bagian penting dalam laporan keuangan yang kamu buat setiap bulannya.

Karena dari perhitungan ini kamu jadi tahu apakah operasional bisnis sudah berjalan dengan semestinya atau belum. 

Hasil perhitungan bisa kamu jadikan bahan evaluasi kedepannya, bagaimana menjalankan usaha dengan tepat dan tidak hambur akan modal.

Bandingkan  laporan hasil pendapatan operasional setiap bulan atau kuartal untuk mengukur kinerja bisnis.

  • Indikator Efektivitas Operasional 

Pendapatan operasional juga bisa menjadi indikator untuk melihat efektivitas pengelolaan bisnis.

Apakah sudah berjalan dengan efektif atau ada penghamburan modal untuk pengadaan yang sebenarnya tidak perlu?

Jika ternyata ditemukan ada pemborosan biaya operasional, kamu sudah tahu bagian mana yang perlu dipangkas anggarannya. 

  • Mengetahui Kesehatan dari Usaha

Sebuah bisnis dikatakan sehat jika apabila operasionalnya berjalan dengan baik.

Hal ini bisa terlihat dari seberapa banyak jumlah pendapatan operasional yang dihasilkan. 

Terlepas dari kondisi pendapatan yang menurun, bisnis kamu tetap dinyatakan sehat selama bisa menghasilkan operating income. 

Baca juga: Pentingnya Laporan Arus Kas dan Tagihan Penjualan untuk Kelancaran Bisnis

  • Menghasilkan Keputusan Bisnis yang lebih baik

Setiap keputusan bisnis yang diambil harus didasari oleh data dan laporan.

Hal ini bertujuan supaya kamu lebih dulu mengetahui kondisi terkini dari usaha dan keputusanmu bisa tepat sasaran. 

Perhitungan pendapatan operasional akan sangat membantu kamu dalam menghasilkan keputusan bisnis yang lebih baik.

Misalnya keputusan menambah varian produk, memangkas anggaran, teknik pemasaran, dan lain sebagainya. 

  • Menggaet Investor

Pendapatan operasional yang stabil dan meningkat sangat disukai investor.

Sebab, mereka menganggap bisnis dengan operating income yang tinggi,  mempunyai potensi mendapatkan keuntungan yang besar. 

Selain itu hal ini juga menunjukkan bahwa kamu sebagai pemilik bisnis mampu mengendalikan operasional usaha dengan baik.

Dengan demikian, para investor semakin tertarik untuk berinvestasi di bisnis milikmu. 

Itulah mengapa pelaku UMKM harus paham tentang pendapatan operasional, mengingat fungsi dan kegunaannya cukup banyak.

Mulai dari mengetahui keuntungan penjualan, kinerja dan efektivitas usaha, sampai membantu kamu mengambil keputusan bisnis. 

Supaya kamu bisa menghitung pendapatan operasional dengan tepat, sebaiknya lakukan penyusunan laporan keuangan secara rapi.

Jangan lupa pastikan rekapan tagihan keluar dan tagihan masuk lengkap dan tersusun.

Agar memudahkanmu menyusun pembukuan, sebaiknya gunakan Invoice Digital dari Sahabat Bisnis.

Kamu tidak perlu lagi membuat invoice secara manual, karena tagihan bisa dibuat 5x lebih cepat!

Data invoice juga akan tersimpan dengan aman dan rapi di dalam sistem. Tidak ada lagi kejadian invoice tercecer, rusak, atau bahkan hilang.

Proses pengiriman invoice lebih cepat sehingga pelanggan juga dapat segera menyelesaikan pembayaran. 

Saatnya beralih ke Invoice Digital Sahabat Bisnis! Pengelolaan tagihan lebih mudah dan cepat, usaha pun bisa semakin berkembang karena sirkulasi keuangan mengalir dengan lancar!

Klik gambar di bawah ini untuk coba gratis!

spot_img

Latest articles

Explore more

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here