Rumus Menghitung Cash Flow Agar Bisnis Berjalan Mulus

0
364
rumus menghitung cash flow

Laporan arus kas (cash flow) merupakan laporan keuangan yang merangkum pergerakan kas dan setara kas masuk dan keluar dari suatu perusahaan. Fungsi dari laporan dapat dipakai untuk mengukur seberapa baik perusahaan mengelola posisi kasnya.

Artinya seberapa baik perusahaan memperoleh keuntungan untuk membayar kewajiban utang dan mendanai biaya operasionalnya. Ternyata, ada beberapa tiga rumus yang bisa kamu gunakan untuk menghitung cash flow. Apa saja? Baca penjelasan berikut untuk lebih lanjut. 

Rumus Menghitung Cash Flow 1: Arus Kas Bebas

Free cash flow atau arus kas bebas adalah sisa kas yang dimiliki perusahaan setelah investasi dan membayar kegiatan operasional. Rumus arus kas bebas menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan.

Menghitung arus kas bebas sebenarnya lebih mudah dari yang kamu bayangkan. Kamu bisa mengawalinya dengan laporan laba rugi atau neraca perusahaan untuk mengetahui angka yang pasti dari keuangan utama menggunakan rumus:

Arus Kas Bebas = Laba Bersih + Depresiasi/Amortisasi – Perubahan Modal Kerja – Belanja Modal

Contoh kasus cara menghitung arus kas bebas: 

Sebuah perusahaan memiliki laba bersih Rp20.000.000, depresiasi Rp6.000.000, amortisasi Rp3.000.000 dan kebutuhan belanja modal Rp5.000.000. Maka cara menghitungnya:

Rp20.000.000 + (Rp6.000.000 + Rp3.000.000) – Rp5.000.000 = Rp 24.000.000

Nilai arus kas bebas yang didapatkan 20% lebih besar dibanding nilai laba bersih. Berikut beberapa pengertian dari setiap istilah yang digunakan dalam menghitung arus kas bebas: 

  • Laba Bersih: Total pendapatan setelah dikurangi pengeluaran bisnis dari total pendapatan atau penjualan. Kamu bisa menemukannya di laporan laba rugi.
  • Depresiasi/Amortisasi: Aset bisnis (seperti peralatan) yang nilainya menyusut seiring waktu. Amortisasi adalah metode untuk memecah biaya awal suatu aset selama masa pakainya. 
  • Modal Kerja: Perbedaan antara aset dan kewajiban pelaku bisnis, serta mewakili modal yang digunakan dalam operasi bisnis sehari-hari. 
  • Pengeluaran Modal: Pengeluaran modal mencakup uang yang dihabiskan oleh keperluan bisnis untuk aset tetap, seperti tanah hingga peralatan. Kamu bisa menemukannya di laporan arus kas.

Rumus Menghitung Cash Flow 2: Arus Kas Operasi

Rumus Menghitung Cash flow

Serupa dengan arus kas bebas, dalam menghitung cash flow operasi kamu memerlukan neraca dan laporan laba rugi. Namun, ada satu metrik keuangan lain yang perlu diketahui untuk penghitungan ini, yaitu:

  • Pendapatan Operasional/Pendapatan Sebelum Bunga dan Pajak: Pendapatan operasional bisnis yang dikurangi dengan biaya operasional (seperti upah yang dibayarkan dan harga pokok penjualan) dari total pendapatan. Kamu bisa menemukan pendapatan operasional di laporan laba rugi perusahaan.

Rumus dasar yang digunakan buat cash flow operasi, yaitu:

Arus Kas Operasi = Pendapatan Operasional + Penyusutan – Pajak + Perubahan Modal Kerja

Contoh kasus menghitung arus kas operasional: 

Pada periode Januari 2022, Perusahaan A memiliki total penjualan produk sebesar Rp10.000.000, kemudian mendapatkan bunga dari piutang Rp2.000.000, Kemudian, membayar pajak sewa Rp2.000.000 dan membayar gaji karyawan Rp3.000.000.-

Maka angka-angka tersebut bisa dimasukkan ke dalam rumus seperti berikut:

(10.000.000 + 2.000.000) – (2.000.000 + 3.000.000) = 12.000.000 – 4.000.000 = 8.000.000.-

Sehingga, arus kas aktivitas operasional Perusahaan A pada periode Januari 2022 adalah Rp8.000.000.-

Rumus Menghitung Cash Flow 3: Perkiraan Arus Kas

Penting untuk memastikan arus kas tetap positif sebelum kamu mulai berbelanja. Membuat perkiraan arus kas tidak sulit. Kamu hanya perlu menghitung dari jumlah pendapatan yang diharapkan untuk dibawa dan dibelanjakan, biasanya untuk 30 atau 90 hari ke depan. Rumusnya, seperti berikut:

Perkiraan Arus Kas = Kas Awal + Proyeksi Arus Masuk – Proyeksi Arus Keluar

Contoh kasus membuat perkiraan arus kas:

Perusahaan kamu memiliki kas awal Rp3.000.000. Proyeksi arus kas yang masuk Rp.5.000.000. Sedangkan, proyeksi arus kas keluar di masa mendatang Rp4.000.000. Sehingga perkiraan arus kas: 

Rp3.000.000 + Rp5.000.000 – Rp4.000.000 = Rp4.000.000

Maka, proyeksi arus kas untuk periode mendatang sebesar Rp4.000.000. Jika menginginkan cara yang lebih mudah dalam membuat perhitungan cash flow, kamu bisa memanfaatkan bantuan dari aplikasi inventory atau vendor e-invoice. Data yang kamu butuhkan akan tercatat dan tersimpan secara rapi, sehingga lebih mudah dalam menghitungnya.

Baca juga: 7 Tipe Invoice Penagihan yang Sering Muncul di Bisnis

Menghitung Cash Flow Tak Lagi Ribet dengan Sahabat Bisnis

Bagi pelaku bisnis pemula, mungkin mengelola keuangan perusahaan tidak semudah yang dibayangkan. Butuh ketelitian, waktu, dan data yang akurat untuk mendapatkan hasil yang tepat. Data tersebut tentu berguna untuk memastikan apakah bisnis berjalan baik atau tidak. 

Dibutuhkan angka tertentu untuk menghitung cash flow sederhana dan itu didapat dari angka penjualan, berapa jumlah pengeluaran untuk ketersediaan barang, hingga tagihan yang harus diberikan kepada customer. Untungnya, Sahabat Bisnis paling mengerti kebutuhanmu!

Sahabat Bisnis menghadirkan produk e-invoice hingga inventory manajemen yang sangat berguna untuk menghitung cash flow. Semua data tersimpan secara otomatis dan aman. Pekerjaan pun lebih cepat selesai! Beberapa keunggulan yang bisa kamu temukan dengan menggunakan Sahabat Bisnis, antara lain:

  • Memiliki user interface yang mudah dipahami. Kamu bisa menemukan fitur dasbor manajemen hingga penghitungan pajak. 
  • Mampu memproses data secara dengan cepat dan tepat
  • Kamu akan merasakan kemudahan dalam menghitung arus keuangan
  • Banyaknya akses pilihan bank dalam sistem pembayaran 
  • Memperluas jaringan dengan ekosistem dari SaBiNetwork.

Bisnis sehat, cuan pun dapat! Sebagai platform yang dapat membantu kelancaran bisnis, kamu cuma butuh sign up dan buat akun Sahabat Bisnis, lalu akses fitur-fitur yang tersedia!

Tidak sulit kan dalam menghitung cash flow perusahaan? Kamu tinggal mengacu pada data yang ada pada e-invoice ataupun inventory manajemen dari Sahabat Bisnis.

Membuat laporan arus kas jadi lebih cepat, efisien, akurat, dan hemat tenaga. Daftar untuk coba gratis sekarang yuk!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here