spot_img
spot_img
HomeLainnyaTips BisnisSerba-Serbi Pinjaman Modal Usaha UMKM P2P Lending

Serba-Serbi Pinjaman Modal Usaha UMKM P2P Lending

Pengusaha yang ingin mengembangkan bisnisnya pasti membutuhkan modal. Seringkali permasalahan modal ini jadi kendala yang menyebabkan pengusaha mikro harus berhenti berdagang sementara. Terkadang, pelaku bisnis mikro harus mengajukan pinjaman modal usaha UMKM untuk kembali memulai usaha mereka.

Namun ketersediaan layanan pinjaman untuk modal usaha juga menjadi tantangan tersendiri. Tak sedikit pengusaha UMKM pada akhirnya terjerat hutang yang merugikan karena meminjam dari bank keliling atau pinjaman online yang tidak jelas.  

Sedangkan saat mencoba mengajukan pinjaman di bank prosesnya cukup panjang dan rumit.  Jika kamu juga mengalami masalah ini, kamu bisa mencoba P2P lending untuk mendapatkan pinjaman modal usaha UMKM.

Peer to peer (P2P) lending adalah salah satu bentuk teknologi finansial yang memungkinkan masyarakat saling pinjam meminjam uang tanpa melalui perantara bank. Prosesnya dikelola oleh suatu perusahaan teknologi keuangan atau yang lebih akrab kita kenal dengan sebutan fintech. 

Dilansir dari OJK, fintech P2P lending merupakan layanan pinjam meminjam uang secara langsung di antara pemberi pinjaman (lender) dan penerima pinjaman (borrower) berbasis teknologi. Wadah yang menjadi tempat bertemunya lender dan borrower biasa disebut dengan marketplace.

P2P lending juga biasa dikenal dengan sebutan social lending atau crowd lending. P2P lending pertama muncul di tahun 2005 yang dipelopori oleh Zopa, asal Inggris. Kemudian menyebar ke Amerika Serikat dan berkembang di berbagai negara termasuk di Indonesia. Akhirnya P2P lending menjadi jalan alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan pinjaman. 

Cara Kerja P2P Lending Sebagai Pinjaman Modal Usaha UMKM

Pinjaman Modal Usaha UMK
Investree as P2P Lending. Picture source: alinea.id

Lalu bagaimana cara kerja P2P lending saat menerima pendanaan dari lender dan pengajuan untuk pinjaman dari para pemilik usaha? Berikut ini akan dijelaskan secara ringkas cara kerja P2P lending:

  • Pemberi dan penerima pinjaman harus melakukan registrasi secara online ke marketplace yang mengelola dana P2P lending. Bisa melalui website atau aplikasi.
  • Borrower harus melengkapi informasi berupa data diri dan bisnis yang dijalankan.
  • Borrower kemudian bisa melakukan pengajuan pinjaman.
  • Platform P2P lending akan menganalisa dan memutuskan apakah borrower bisa mengajukan pinjaman. Kemudian menetapkan tingkat risiko dari borrower.
  • Setelah itu profil dan pengajuan borrower akan ditempatkan pada marketplace oleh pengelola supaya lender bisa melihat dan memilih.
  • Lender akan memeriksa lalu memilih borrower yang akan diberikan pendanaan.
  • Saat borrower mendapatkan dana pinjaman, ia harus membayar pinjaman tersebut sesuai jadwal yang sudah ditentukan.
  • Lender akan menerima pengembalian dana pinjaman sesuai jadwal dan mendapatkan keuntungan berupa imbal hasil dari bunga pinjaman.

Baca juga: 10 Jalan Mendapatkan Modal UMKM

Kelebihan P2P Lending

Bagi sebagian orang, P2P lending merupakan jasa penyedia pinjaman baru yang belum banyak diketahui. Padahal P2P lending bisa jadi pilihan alternatif untuk mendapatkan pinjaman modal usaha UMKM tanpa harus mengajukan kredit di bank. Nah, berikut ini kelebihan dari P2P lending: 

  • Proses pengajuan lebih mudah dan cepat tanpa perlu menyiapkan jaminan.
  • Pengusaha UMKM bisa mendapatkan akses pinjaman dengan mudah karena menggunakan aplikasi online.
  • Pencairan dana cepat, bisa selesai dalam beberapa hari.
  • Proses mengajukan pinjaman dari borrower dan pendanaan dari lender dijembatani oleh fintech dalam marketplace, jadi terjamin keamanannya..
  • Bagi lender, P2P lending bisa menjadi cara mendiversifikasi pendanaan dan meraup keuntungan yang lebih banyak.

Kekurangan P2P Lending

Walaupun proses pinjam-meminjam di P2P lending terbilang aman, tetap ada risiko yang harus diwaspadai. Seperti beberapa kekurangan P2P lending di bawah ini:

  • Bunga pinjaman yang harus dibayar borrower bisa cukup tinggi. Karena risikonya lebih besar di lender yang berinvestasi di marketplace.
  • Borrower akan terkena denda jika telat membayar.
  • Kemungkinan borrower mengalami risiko gagal bayar.
  • Lender yang mengalokasikan dana di P2P lending tidak bisa menarik uangnya kapanpun.
  • Lender menanggung sebagian besar risiko yang biasanya ditanggung bank atau lembaga keuangan lainnya.

Invoice Financing untuk Dapatkan Pinjaman Modal 

Selain P2P lending borrower kamu juga bisa mendapatkan pinjaman modal usaha UMKM dengan cara lain, yaitu melalui invoice financing. Melalui cara yang satu ini kamu dapat mengajukan pinjaman dengan cepat dan mudah menggunakan invoice atau faktur sebagai jaminannya. 

Lebih jelasnya lagi, setiap kali kamu menjual barang atau jasa, kamu pasti mengeluarkan invoice yang akan dikirim ke pembeli, agar mereka segera menyelesaikan pembayaran. Namun terkadang pembayaran tersendat karena pembeli tidak langsung melunasi tagihan atau telat membayar hingga melewati jatuh tempo. 

Pembayaran tagihan yang macet akan mempengaruhi arus kas (cash flow). Sedangkan kamu pasti membutuhkan dana untuk menjalankan bisnis dan membayar pengeluaran rutin. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab pengusaha UMKM mengalami masalah dengan modal. 

Jika kamu hanya menunggu pembeli melunasi tagihan, maka bisnis kamu tidak bisa beroperasi seperti biasanya. Untuk mencegah hal tersebut, pengusaha UMKM bisa mengajukan pinjaman menggunakan invoice yang belum terbayar. 

Faktur tersebut akan menjadi jaminan pinjaman. Setelah pelanggan melunasi invoice-nya, kamu bisa mengembalikan dana pinjaman kepada lender beserta bunganya. 

Jadi, invoice financing adalah bentuk pinjaman yang bisa didapatkan pengusaha dengan menggunakan tagihan invoice yang belum terbayar. Invoice financing bisa membantu kamu menjaga operasional bisnis tetap berjalan. 

Selain persyaratannya yang mudah, proses pengajuan pinjaman juga cukup cepat. Hanya butuh waktu sekitar 2 hari untuk melakukan pencairan dana. kamu akan mendapatkan dana segar dengan cepat. Selain itu cara ini juga lebih aman karena tidak akan mengganggu aset bisnis yang kamu punya. Sebab invoice yang dijadikan jaminannya. 

Supaya kamu bisa mengajukan invoice financing, pastikan dokumentasi pencatatan faktur sudah tersusun dan terdata rapih. Sebaiknya kamu menggunakan e-invoice yang bisa memudahkan kamu mengelola tagihan masuk dan keluar sampai membantu perhitungan pajak. 

Caranya dengan membuat akun di sahabatbisnis.id, kamu juga akan mendapatkan berbagai kemudahan dalam mengelola invoice, sehingga bisa meningkatkan pelayanan untuk konsumen. Dan tentunya akan memudahkan kamu saat ingin mengajukan invoice financing untuk pinjaman modal usaha UMKM.

Yuk, gunakan e-invoicing dari sahabat bisnis sekarang juga!

Pinjaman Modal Usaha UMKM
spot_img

Latest articles

Explore more

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here