spot_img
spot_img
HomeLainnyaTips BisnisUsaha Kekinian: 4 Tips Buka Thrifting

Usaha Kekinian: 4 Tips Buka Thrifting

Jual beli barang atau pakaian bekas mungkin sudah ada sejak lama. Namun semenjak istilah “thrifting” dipakai, sekarang ini menjual barang bekas jadi usaha kekinian.

Thrifting sendiri berasal dari kata bahasa Inggris yang memiliki arti berhemat. Orang yang melakukan thrifting, sengaja membeli barang bekas yang harganya jauh lebih murah.

Sebenarnya alasan orang membeli barang bekas cukup beragam. Ada yang melakukannya sebagai pilihan alternatif, ada yang senang menemukan barang unik atau vintage, dan ada juga yang melakukan thrifting untuk alasan kelestarian alam. 

Namun yang jelas, kini thrifting sudah menjadi suatu tren. Semakin banyak orang yang berburu barang bekas tapi berkualitas, membuat bisnis barang bekas jadi usaha yang menjanjikan. 

Alasan Thrifting Jadi Usaha Kekinian

Bisnis menjual barang bekas terus tumbuh dan menjadi pilihan usaha yang dilirik kalangan muda. 

Itu karena melakukan thrifting kini sudah menjadi gaya hidup yang dianggap keren dan selaras dengan pandangan sustainability (berkelanjutan).

Jika kamu masih ragu untuk membuka usaha menjual barang bekas, berikut ini beberapa alasan mengapa thrifting jadi bisnis kekinian: 

  • Banyak Peminat

Toko thrifting tidak akan pernah sepi pelanggan. Setelah pembeli mengetahui lokasi toko milikmu dan kualitas barang yang ditawarkan, pembeli akan terus berdatangan. 

Akan selalu ada orang yang mencari barang bekas. Bahkan bagi mereka yang menyukai thrifting, kegiatan berburu barang bekas jadi suatu hal yang menyenangkan. 

Karena setiap toko barang bekas pasti menawarkan produk yang berbeda dan unik. Jika beruntung, pembeli bisa menemukan pakaian model jadul yang masih bagus. 

Atau mendapatkan furnitur gaya lama yang masih bisa digunakan. Bahkan dengan melakukan restorasi sedikit, furniture lawas bisa kembali bagus seperti barang baru. 

  • Ramah Lingkungan

Alasan lain yang membuat thrifting jadi usaha kekinian karena dengan membeli produk lama berarti kita sudah mengurangi limbah. Sehingga usaha barang bekas ini memiliki pesan ramah lingkungan. 

Dengan begitu, pemilik bisnis barang bekas bisa menyasar calon-calon pembeli yang memiliki ketertarikan dengan isu lingkungan. Sebab semakin banyak konsumen yang memiliki kesadaran akan kelestarian alam.

Banyak juga orang yang mulai menerapkan gaya hidup berkelanjutan atau sustainability

Terutama untuk produk fashion atau pakaian, di mana industri textile termasuk penyumbang limbah terbesar. 

Dengan mendorong pesan ramah lingkungan, akan banyak orang yang tertarik untuk membeli barang bekas. 

  • Harga Lebih Terjangkau

Konsumen dari barang bekas cukup luas. Dengan harga yang lebih terjangkau, kamu bisa menyerap pembeli dari segmen menengah ke bawah. 

Namun pelanggan dari produk thrifting juga banyak yang berasal dari kalangan menengah ke atas. Sehingga peluang keuntungan bisnis ini bisa lebih besar. 

  • Minim Kerugian

Bisnis barang bekas bisa dikatakan minim kerugian. Sebab produk yang dijual bukan barang pakai habis dan tidak memiliki batas waktu. 

Selama kamu bisa menjaga kondisi barang-barang bekas, semuanya bisa terjual. Tinggal menunggu calon pembeli yang membutuhkannya. 

Baca juga: 7 Cara Tepat Kelola Modal Usaha UMKM

Tips Buka Usaha Thrifting

usaha kekinian
Ilustrasi usaha bidang clothing

Memulai usaha thrifting yang jadi usaha kekinian tidak begitu sulit, tapi ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Seperti memastikan kondisi barang masih bagus, harga jual yang sesuai, dan cara pemasaran yang tepat. 

Kamu bisa melakukan 4 tips di bawah ini jika ingin memulai usaha thrifting sendiri:

  • Ambil dari Lemari Sendiri

Memulai bisnis thrifting cukup gampang, kamu bisa mulai dengan menawarkan barang-barang pribadi yang sudah tidak terpakai.

Coba buka lemari di rumahmu dan temukan barang-barang apa saja yang masih layak dan bagus, tapi sudah tidak pernah terpakai. 

Kemudian tawarkan pada kenalan-kenalan terdekat. Sambil mempromosikan bisnis thrifting yang sedang dirancang. 

Setelah barang-barang lama terjual, kamu bisa mulai mencari produk lama ke pasar barang bekas. Temukan barang yang unik, kondisinya masih bagus, dengan harga yang murah. 

  • Tentukan Produk yang akan Dijual

Sebagai permulaan, kamu bisa memilih produk apa saja yang hendak kamu jual. Karena barang thrifting tidak selalu pakaian. 

Kamu juga bisa menjual tas, sepatu, perhiasan, jam tangan, dan furniture. Selain itu peralatan rumah tangga seperti barang elektronik dan perkakas lainnya juga bisa kamu jual. 

Bila kamu mempunyai sejumlah buku-buku bekas, majalah edisi lama, dan juga beberapa judul komi, kamu bisa menjualnya. 

Selalu ada pecinta literasi yang mencari buku-buku lama. Apalagi jika buku tersebut edisi terbatas, harga jualnya bisa cukup tinggi.

  • Pastikan Kebersihan Barang

Supaya barang bekas dilirik pembeli, kamu harus menjaga kondisi barang. Pastikan barang terjaga kebersihannya, bagian-bagiannya masih cukup lengkap, dan tidak ada kerusakan yang parah. 

Barang bekas akan bernilai jika kondisinya masih bagus. Makin bertambah harga jualnya jika memiliki nilai historis tersendiri, jadi sebaiknya ketahui pula asal mula dari barang bekas yang kamu jual.

  • Promosikan Lewat Media Sosial

Cara cepat menjual barang bekas yaitu dengan mempromosikannya lewat media sosial. Buatlah foto produk yang berkualitas lalu unggah ke media sosial. 

Jika bisnis thrifting milikmu semakin berkembang, kamu juga bisa membuat toko online sendiri, dengan membuat website. 

Jadi, selain menerima transaksi pembelian langsung, kamu juga membuka pembelian secara online. 

Baca juga: 8 Cara Cepat Kembangkan Bisnis dengan Metode Growth Hacking

Itu dia 4 tips membuka bisnis thrifting. Dengan menjual produk barang bekas yang masih bagus kondisinya, kamu bisa mendapatkan keuntungan yang besar. 

Bisnis ini juga tidak akan sepi pembeli atau tergerus oleh tren terbaru. Justru sekarang aktivitas membeli barang bekas yang menjadi tren. 

Kamu bisa menggunakan Invoice Digital dari Sahabat Bisnis untuk menjalankan usaha kekinian thrifting. Proses membuat tagihan akan jauh lebih cepat. 

Pengusaha bisa memantau semua jenis dan status tagihan dalam satu dashboard. Dokumentasi invoice juga lebih rapi. 

Karena dengan menggunakan Invoice Digital, kamu tidak perlu lagi mengkhawatirkan tagihan tercecer, hilang atau bahkan rusak. Semua sudah tersusun dan tersimpan di dalam sistem. 

Selain itu, sekarang Sahabat Bisnis bisa digunakan via smartphone, sehingga kamu bisa lebih mudah dalam membuat tagihan dan mengecek status pembayar. Pakai platform-nya coba gratis sekarang!

spot_img

Latest articles

Explore more

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here